JURNAL PERCOBAAN IV: PEMURNIAN ZAT PADAT
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
“PEMURNIAN ZAT PADAT”
DISUSUN OLEH :
RARA AKDA SEPTIAN
A1C119095
REGULER B
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSURIZAL,M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII. I
I. JUDUL : Pemurnian Zat Padat
II. HARI / TANGGAL : Senin / 08 Maret 2021
III. TUJUAN : Adapun tujuan praktikum kali ini yaitu :
1. Untuk mengetahui metode sublimasi
2. Untuk mengetahui tahapan dalam pemurnian zat padat dengan metode sublimasi
IV. LANDASAN TEORI
Pada pemurnian zat padat ,kita mengetahui bahwa metode yang banyak dipakai atau dianggap efektif untuk memurnikan sebuah padatan prganik yaitu dengan teknik rekristalisasi dimana terdapat campuran yang padat menjadi senyawa dalam bentuk kristal selektif. Dan juga selain itu,ada larutan yang dalam pelarutnya yang sesuai dan dekat dengan titik didih ,setelah itu disaring selagi masih panas,yang digunakan untuk memisahkan padatan yang tidak dapat larut ( Tim Penuntun Praktikum Kimia Organik,2021 ).
Pada saat larutan berada pada proses mengendap,ada gaya yang timbul yaitu gaya yang saling tarik menarik dan juga penggabungan zat padat dan pelarut yang digunakan. Ketika proses mengerjakan teknik pemisahan rekristalisasi terbentuk senyawa lain yang tidak sama dengan senyawa semula yang digunakan. Maka dari itu,diketahui bahwa ketelitian itu sangat diperlukan dalam teknik ini untuk menghindari agar kejadian yang tidak diinginkan itu terjadi ( Oxtoby,2001) .
Menurut wahyuni (2020) prinsip yang digunakan untuk pemisahan atau pemurnian yang menggunakan teknologi ini didasarkan pada :
1. Untuk kelarutan zat padat didalam pelarut tertentu pasti berbeda
2. Padatan lebih cepat larut dalam pelarut panas dai pada pelarut dingin
Membahas mengenai sublimasi ini,ada sublimasi padatan yang mirip dengan proses destilasi,sebagaimana dijelaskan bahwa padatan menjadi gas secara langsung tanpa adanya melalui fase cair,lalu mengembun menjadi padatan. Oleh sebab itu,teknik sublimasi ini termasuk kedalam pemisahan dan pemurnian zat padat secara bersama. Apabila kita ingin menyublim,padatan tersebut harus memiliki tekanan uap yang lebih tinggi dari pada suhu dibawah titik lelehnya. Teknik sublimasi dilakukan lebih efisien apabila berada dibawah tekanan vakum.
Dalam metode sublimasi terdapat naftalena,dimana naftalena ini dapat didefinisikan sebagai hasil yang terkonsentrasi dari kapur barus yang suatu saat akan mengalami perpindahan fasa yang akan menyebabkan masa akan berkurang secara perlahan. Pengurangan pada masa ini akan berhenti jika pada naftalena itu seluruh kandungannya yang ada pada kapur barus berpindah ke udara. ( Radifan,2018 ).
V. ALAT DAN BAHAN
5 5.1 ALAT
Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu :
1. Gelas kimia
2. Pengaduk
3. Cawan pentri
4. Pemanas kaki tiga
5. Kawat kasa
6. Kaca arloji
5.2 BAHAN
Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu :
3. Kapur barus
4. Tanah
5. Spritus
6. Es batu
7.
VI. PROSEDUR KERJA
1. Disediakan 3 buah gelas kimia
2. Dimasukka kapur barus yang sudah dilumatkan kedalam masing-masing gelas kimia
3. Dicampurkan tanah secukupnya kedalam masing-masing gelas kimia yang berisi kapur barus
4. Diaduk
5. Diletakkan es batu di dalam cawan pentri
6. Disediakan alat pemanas
7. Dipanaskan ketiga gelas kimia yang berisi campuran kapur barus dan tanah
8. Ditutup dengan cawan pentri yang berisi es batu
9. Ditunggu selama kurang lebih 15-20 menit
10. Diamati hasilnya
Link video :
Penjelasan lebih jelas mengenai pemurnian zat padat
https://www.youtube.com/watch?v=c2dBmiMp2Nk
PERMASALAHAN
1. 1. Jika kapur barus tersebut tidak dilumatkan apakah ada pengaruh terhadap percobaan yang dilakukan ?
2. 2. Jelaskan mengapa es batu diletakkan di atas cawan pentri pada saat melakukan pemanasan ?
3. 3. Selain tanah apakah ada alat lain yang bisa dicampur dengan kapur barus untuk pemurnian dengan teknik sublimasi ? jika ada sebutkan alat tersebut dan jelaskan

Baiklah, saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050),akan menjawab pertanyaan no.2.
BalasHapusEs batu diletakkan di atas cawan petri dimaksudkan sebagai pendingin dari proses sublimasi. Dimana prinsip dari proses sublimasi yaitu zat padat akan diuapkan karena adanya proses pemanasan lalu mengalami pendinginan yang berasal dari es batu tersebut sedangkan zat pengotornya tetap berbentuk padat. Setelah tidak ada lagi uap yang terbentuk, maka dapat dicek kemurnian zat tersebut.
Baiklah perkenalkan nama saya Adith Andrizal dengan Nim A1C119065 akan menjawab pertanyaan no 1.
BalasHapusJika kapur Barus tidak dilumatkan atau dihaluskan maka akan susah melakukan percobaan karena sampel yang digunakannya sebagai pengotor adalah pasir yang berbentuk butiran butiran halus oleh sebab itu kapur Barus harus dihaluskan terlebih dahulu
Baiklah, Perkenalkan
BalasHapusNama : Gustina Romarti Fajrin
Nim : A1C119053
akan menjawab pertanyaan rara yang nomor (30
sebenarnya, pemilihan tanah sebagai zat pengotor itu hanyalah suatu variabel yang menentukan apakah reaksi pemurnian kapur barus dengan metode sublimasi ini berjalan dengan baik. sehingga, waktu perubahan gas kabur barus menjadi zat padat lagi terlihat bahwa tidak tedapat lagi tanah pada kapur barus tersebut. nah, oleh karena itu zat pengotor itu bisa diganti dengan yang lain seperti batu bata yang dihaluskan atau debu. Seharusnya jika di alam dan naftalena itu belum murni tidak perlu ditambahkan zat pengotor lagi karena sudah adda zat pengotor di dalam nya, di percobaan ini ditambahkan zat pengotor lagi karena awalnya naflatena/kapur barus itu sudah murni/bersih dari pengotor