LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I : PEMURNIAN ZAT PADAT
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
“PEMURNIAN ZAT PADAT”
DISUSUN OLEH :
RARA AKDA SEPTIAN
A1C119095
REGULER B
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSURIZAL,M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII. DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1. |
· Dimasukkan kapur barus yang sudah dilumatkan ke dalam gelas kimia,yang diisi dengan masing-masing dengan kapur barus dengan 3 warna berbeda. Gelas 1 : orange Gelas 2 : hijau Gelas 3 : pink · Dan dicampurkan tanah secukupnya kedalam masing-masin gelas kimia yang berisi kapur barus dan diaduk . |
· Gelas kimia : untuk wadah penampung zat · Kapur barus : sebagai bahan zat padat yang akan disublimasikan . · Tanah : sebagai zat tambahan atau zat pengotor untuk proses sublimasi · Pengaduk : untuk mencampurkan zat kapur barus dan tanah. |
Untuk menghomognkan kedua zat padat dalam proses sublimasi . |
Kapur barus dan tanah sudah tercampur dengan rata dan homogen . |
|
2. |
· Disediakan cawan pentri lalu diletakkan es batu · Disiapkan alat pemanas seperti kaki tiga dan spritus . |
· Cawan pentri : sebagai tempat es batu dan sebagai penutup dalam proses penguapan sublimasi suatu zat kapur barus. · Kaki tiga : sebagai kompor pemanas dalam sublimasi . · Spritus : untuk memanaskan proses sublimasi antara kapur barus dan tanah. · Es batu : untuk mendinginkan uap gas pada peristiwa sublimasi sehingga barubah menjadi bentuk padatnya. |
Untuk proses pendinginan pada peristiwa sublimasi dan untuk menyediakan pada proses pemanasan penguapan . |
Telah siap alat pemanasan untuk proses sublimasi |
|
3. |
· Masing – masing gelas kimia diletakkan diatas kaki tiga yang dibawahnya spritus. Kemudian di panaskan. · Ditutup dengan cawan pentri yang berisi es batu diatasnya. |
· Gelas kimia : untuk wadah penampung zat dan wadah reaksi sublimasi · Kaki tiga : sebagai kompor pemanas dalam sublimasi . · Spritus : untuk memanaskan proses sublimasi antara kapur barus dan tanah. · Es batu : untuk mendinginkan uap gas pada peristiwa sublimasi sehingga barubah menjadi bentuk padatnya. |
Untuk mendinginkan uap gas pada peristiwa sublimasi dan untuk melakukan pemanasan pada proses penguapan . |
Mulai terjadinya penguapan pada sekitaran gelas kimia dan tutup pada cawan pentri . |
|
4. |
Ditunggu selama kurang lebih 15-20 menit dari proses pemanasan dan juga diamati yang terjadi.
|
· Kaki tiga : sebagai kompor pemanas dalam sublimasi . · Spritus : untuk memanaskan proses sublimasi antara kapur barus dan tanah.
|
Untuk proses penguapan sublimasi kapur barus dan tanah. Dan untuk proses pemisahan zat . |
Gelas 1 : terjadinya penguapan pada kapur barus dengan berbentuk kristal tajam seperti jarum. Sublimasi terjadi sempurna . kapur barus mengalamai sublimasi dengan terbentuk kristal dan tanah terpisah dengan bercampur air yang sebagai zat aditif/zat taambahan dalam kapur baruss. Gelas 2 : penguapan sublimasi yang tidak sempurna. Kapur barus hanya sebagian mengalami sublimasi dan tanah masih bercampur dengan kapur barus. Gelas 3 : sama seperti gelas kedua,yaitu penguapan yang tidak sempurma. Kapur barus hanya sebagian mengalami sublimasi dan tanah masih bercampur dengan kapur barus.
|
VIII. PEMBAHASAN
Pada teknik sublimasi ini dapat kita definisikan yaitu suatu perubahan wujud zat padat ke gas atau bisa juga dari gas ke padat.beradsarkan video ini yaitu menggunakan kapur barus yang sudah dilumatkan kemudian dicampur dengan tanah atau pasir. Sebenarnya kita boleh menggunakan zat apapun itu,namanya saja eksperimen atau coba-coba, selama zat itu tidak akan meleleh ketika zat itu dipanaskan,selain itu jangan terlalu banyak dimasukkan. Kemudian kita aduk dengan menggunakan batang pengaduk sampai semua nya tercampur dengan baik. Seperti yang diketahui pada percobaan ini ada 3 gelas kimia yangb berisi kapur barus dengan warna yang berbeda yiatu pink , ,hijau dan orange. Ketika sudah dicampurkan dengan zat lain seperti tanah atau pasir tadi ,maka warna akan berubah ,yang mula nya hijau namun sekarang mnejadi kecoklatan,begitu juga dengan warna yang lainnya.
Setelah itu ,karena kita mau mencoba untuk menguap kapur barus ini,maka disiapaklan alat dan bahan yang kita gunakan untuk melihat hasil penguapan pada kapur barus ini. Setelah semuanya siap diletakkan 3 gelas kimia tersebut diatas kaki tiga dan kita tutup dengan menggunakan cawan pentri yang berisi es batu yang kemudian di nyalakan apinya dengan menggunakan spritus. Setelah itu kita tunggu sambil melihat apa yang terjadi secara perlahan.
Setelah kita menunggu dalam beberapa menit tadi ,proses pemanasan kapur barus dengan tanah diperoleh hasil nya bahwa kapur barus nya sudah habis,yang tersisa hanyalah tanah dan air. tanah ini merupakan zat yang kita campurkan,sedangkan air tersebut merupakan zat- zat aditif atau zat zat tambahan yang dicampurkan dengan kapur barus. Sementara kapur barus sendiri yaitu kristal-kristal yang berwarna putih ada yang berbemtuk jarum. Pada kapur barus yang berwarna hijau,berbeda dengan yang berwarna orange tadi,pada kapur barus yang berwarna ornage tadi seluruh nya suadah berubah menjadin uap dan berubah menjadi krsital. Namun pada gelas yang berwarna hijau masih ada yang belum menguap,hal tersebut dapat kita artikan penguapan nya belum sempurna. Ini bisa disebabkan karena panas yang tidak merata. Untuk berwana merah muda kapur barus terpisah mejadi kristal,yang bearda didasar gelas juga terdapat jarum itu merupakan kritsal dari kapur barus. Selain itu dapat kita ketahui bahwa yang awalnya kapur barus berwana warni semuanya menyadi putaih, ini dapat kita artikan bahwa hanya kapur barus nya saja yang menguap,sementara zat zat lain seperti zat pewarna, zat aditif lainnya tidak ikut mengap. Sehingga tidak terbentuk krisatl diaats kaca rloji tersebut.
IX. PERMASALAHAN
1. 1. kapur barus dan tanah dicampurkan digunakan untuk menghomognkan kedua zat padat dalam proses sublimasi, berapakah perbandingan kapur barus dan tanah tersebut agar memperoleh hasil yang maksimal ? jelaskan sedikit saja menurut pendapat anda !
2. 2. menurut pendapat anda apakah alasan penguat mengapa es batu ini digunakan sebagai penutup dalam proses penguapan sublimasi suatu zat kapur barus tersebut.
3. 3. Berdasarakan video pada perconaan ini , mengapa proses pemanas ditunggu selama kurang lebih 15-20 menit? Jika kurang atau lebih apakah ada pengaruh terhadap hasil akhir ? jelaskan!
X. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan pada percobaan ini yaitu
1. 1. Metode sublimasi merupakan suatu perubahan wujud zat padat ke gas atau bisa juga dari gas ke padat. Jika partikel penyusun suatu zat padat ini dapat diketahui suhu nya naik ketika melakukan pemanasan,hal itu menyebabkan partikel akan merubah fase menjadi gas.
2. 2. Prinsip kerja dari sublimasi ini yaitu memisahkan zat yang mudah menyublim dengan sebuah sublimator sehingga menajdi gas atau uap. Pada gas yang dihasilkan itu ditampung dan didinginkan kembali. Setelah itu zat padat akan menyublim yang akan menjadi uap dan zat pengotor tetap menjadi padat. Adapun terbentuknya uap ini karena terdapat proses pendinginan yang berubah yaitu menjadi padat yang menempel pada alat pendingin tersebut.
XI. DAFTAR PUSTAKA
Oxtoby. D. W.,dkk . 2001 . Prinsip-Prinsip Kimia Modern Edisi Keempat Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Radifan,H.,dkk. 2018. Pengaruh Kecepatan Air Udara Dan Temperature Terhadap Perpindahan Massa Padat Dan Gas (Disk Naftalen Udara) Dalam Sistem Kolom Akrilik. Jurnal Rekayasa Hijau. Vol. 2. No. 3
Rosarina,D.,dkk. 2018 . Studi Kualitas Air Sungai Cisdane Kota Tanggerang Ditinjau Dari Parameter Fisika. Jurnal Redoks. Vol 3. No. 2
Tim Kimia Organik. 2021 . Penuntun Kimia Organik. Jambi : Universitas Jambi

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Gustina Romarti Fajrin
BalasHapusNim : A1C11905
akan menjawab pertanyaan rara yang nomor (2).
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa suatu es adalag benda yang memiliki suhu rendah. Dimana, Suhu rendah ini adalah instrumen yang digunakan untuk dapat mengubah fase dari kapur barus yang semulanya berupa gas menjadi fase padat. Pada proses sublimasisi ini kapur barus yang awalnya padat kemudian dipanaskan berubah menjadi gas dan akhirnya gas tersebut naik ke cawan petri yang berisi air es akan mengakibatkan perubahan wujud pada kapur Barus. Jadi, kegunaan batu es dapar dibilang sebagai pengubah wujud dari kapur barus tersebut gara2 suhu rendah yang dimilikinya.
Baiklah perkenalkan nama saya Adith Andrizal dengan Nim A1C119065 akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. Menurut saya perbandingan ideal antara kapur Barus dan pengotor nya adalah 2 : 1, karena jika pengotor lebih banyak atau seimbang maka kapur Barus akan sulit menguap dan pengotor nya akan ikut terangkat juga sehingga larutan murni sulit didapatkan
BalasHapus