JURNAL PERCOBAAN XI : KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
“ KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS ”
DISUSUN OLEH :
RARA AKDA SEPTIAN
A1C119095
REGULER B
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs.SYAMSURIZAL,M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I. JUDUL : Kromatografi Lapis Tipis
II. HARI / TANGGAL : Senin / 03 Mei 2021
III. TUJUAN : Adapun tujuan praktikum pada percobaan ini yaitu :
1. Dapat mengetahui Kromatografi Lapis Tipis
2. Dapat mengetahui cara melakukan dengan teknik Kromatografi Lapis Tipis
3. Dapat mengidentifikasi suatu senyawa yang tidak diketahui dengan menggunakan teknik Kromatografi Lapis Tipis
IV. LANDASAN TEORI
Terdapat teknik pemisahan yang dilakukan pada suatu dasar yaitu fasa diam dan fasa geraknya merupakan definisi dari Kromatografi. Selain itu pada kromatografi ini terdapat 2 bagian yaitu pertama berdasarkan teknik dalam pengerjaannya dan yang kedua berdasarkan jenis-jenis fasa yang akan digunakan . pada kromatografi ini didapatkan juga kromatogrfai yang berdasarkan metodenya,yaitu kromatografi yang dibedakan menjadi kromatografi planar dimana terdapat kromatografi lapis tipis, kromatografi kertas,dan kromatogrfai kolom (Astin,2006).
Pada
pemisahan tentunya pada kromatografi lapis tipis mengandung banyak
manfaat,salah satunya itu dapat digunakan yaitu untuk menemukan fase gerak yang
baik yanhg bisa kita manfaatkan pada suatu kromatografi kolom tersebut. Adapun fase diam yang digunakan
kromatogtrafi lapisn tipis ini yaitu dengan menngunakan fase gerak dimana yang
digunakannya itu adalah N-Heksana , kloroform ,etil asetat dan N-Butanol
(Khopkar,2013) .
Dalam kromatografi ini terdapat dua jenis fase pada kromatogrfafi lapis tipis atau sering disebut dengan KLT ,diantara nya yaitu reverse phase dan juga normal phase. Dimana reverse phase ini dapat kita definisikan bahwa fasa stationernya itu bersifat non polar. Sedangkan untuk definisi dari normal phase ini yaitu fasa stationernya nya itu bersifat polar (Oktaviantari,2019) .
V. ALAT DAN BAHAN
5. 5.1. ALAT
Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu :
1. 1. Corong pisah
2. 2. Chamber
3. 3. Kertas saring
4. 4. Lempeng KLT
5. 5. Cawan petri
6. 6. Gelas ukur
7. 7. Lampu Uv
8. 8. Mikro pepet
9. 9. Wadah kecil
10 10. Pensil
11 11. Penggaris
12 12. Corong
5. 5.2. BAHAN
Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu :
1. 1. 48 ml N-Heksana
2. 2. 2 ml Asam asetat
3. 3. 25 ml Dietil eter
4. 4. 20 ml Buffer PH4
5. 5. Natrium Sulfat Anhidrat
6. 6. 50 ml Benzoat
7. 7. Asam benzoat
8. 8. Dietil Eter
VI. PROSEDUR KERJA
1. 1. Dimasukkan 2 ml asam asetat kedalam Chember
2. 2. Ditambahkan 48 ml N-Heksana dan dimasukkan kertas saring
3. 3. Didiamkan selama 1 jam
4. 4. Diukur lempeng KLT 10 cm
10 cm jarak bawah lempeng ke garis penotol 2cm
5. 5. Dimasukkan sedikit bubuk asam benzoat di dalam wadah kecil
6. 6. Ditambahkan sedikit Dietil Eter
7. 7. Ditotolkan larutan baku sebanyak 5 kali pada setiap titik baku
8. 8. Dimasukkan 50 ml sampel benzoat , 25 ml Dietil Eter , 20 ml buffer ph4 kedalam corong pemisah
9. 9. Dititrasi sampel benzoat dari corong pisah dietil eter
10 10. Disiapkan corong pisah yang berisi kertas saring dan dimasukkan sedikit natrium
11 11. Diambil kertas yang sudah ditotolkan ,dan ditotolkan sampai 7 kali pada titik sampel
12 12. Dimasukkan lempeng KLT yang sudah ditotolkan dengan baku dan larutan sampel kedalam Charm yang berisi eluen
13 13. Dimasukkan kedalam box yang berisi lampu UV
1414. Ditentukan titik tengah terlebih dahulu dan diukur dari titik penotolan sampai titik tengah zat .
LINK VIDEO :
Agar lebih jelas mengenai senyawa hidrokarbon,simak link berikut ini :
PERMASALAHAN
1. 1. Berdasarkan video percobaan tersebut, dinyatakan bahwa dimasukkan 2 ml asam asetat kedalam Chember. Mengapa hanya 2 ml yang dimasukkan ? jika lebih apakah hasil yang didapatkan berbeda ?
2. 2. Mengapa digunakan kertas saring pada percobaan kromatografi lapis tipis ini ?
3. 3. Berdasarkan video percobaanya , mengapa larutan baku itu ditotolkan sebanyak 5 kali pada setiap titik baku ?

baiklah saya Putri Mayang Sari A1C119056 akan menjawab soal no.3
BalasHapushal tersebut dimaksudkan untuk memperjelas sampel pada kertas saring untuk melihat fase geraknya
Perkenalkan nama saya Gustina Romarti Fajrin (A1C119053) akan menjawab pertanyaan rara yang no.1.
BalasHapusDigunakannya kertas saring disini adalah untuk menjenuhkan eluennya. Yang dapat dilakukan denga memasukkan keftas saring ke dalam chamber dibiarkan beberapa saat agar eluen terserap ke kertas saring
Baiklah,saya Elseria Afriyanti Togatorop,NIM :A1C119071
BalasHapusAkan menjawab pertanyaan no 2
Digunakan kertas saring pada kromatografi lapis tipis ini dikarenakan kertas saring berfungsi sebagai fasa diam dalam proses pemisahannya